Anime One Piece Kena Teguran

July 8th, 2008

Kemarin sore liat berita di tipi tentang beberapa acara televisi yang dianggap kurang pantes ditayangkan. Berikut kutipan dari http://www.kapanlagi.com/h/0000237823.html

Ada pun program-program yang dievaluasi adalah program tayangan pada 1-13 Mei 2008.

Pemantauan
program dilakukan oleh 11 orang analis dari KPI dan ditetapkan
berdasarkan evaluasi tim panelis independen yang diketuai oleh Prof Dr
Arief Rahman, Wakil Ketua Dedy Nur Hidayat, Seto Mulyadi, Nina Armando,
Bobby Guntarto dan Razaini Taher.

“Suatu tayangan dinilai
bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik dan psikologis)
baik dalam bentuk tindakan verbal maupun nonverbal, pelecehan terhadap
kelompok masyarakat maupun individual,” kata Yazirwan, mantan Dirut
TVRI tersebut .

Menurut Nina Armando yang merupakan psikolog anak, tayangan-tayangan tersebut - Extravaganza, Ngelenong Nyok, One Piece, dan Suami-suami Takut Istri
- jelas-jelas selain melanggar pasal 36 (1) UU 32 Tahun 2002, pasal 36
(3) dan pasal 36 (6), juga berpotensi merusak moral anak-anak.

“Tayangan-tayangan
itu bisa merusak moral anak-anak, remaja, melecehkan kaum perempuan,
tidak mendidik serta melanggar etika dan norma-norma kesopanan dan
kesusilaan,” kata Nina.

Ia menjelaskan, Extravaganza
tayang Sabtu dan Senin pukul 19.00-21.00 WIB misalnya mengandung muatan
vulgar, menyiratkan seks, dengan melecehkan perempuan, sehingga tidak
pantas ditampilkan pada jam tayang petang, saat anak-anak masih banyak
menonton televisi,” ujarnya.

Demikian halnya dengan Ngelenong Nyok
tayang Senin-Jumat pukul 08.00-09.00 WIB, dinilai selain mengandung
muatan yang vulgar atau mesum juga banyak menampilkan adegan melecehkan
orang lain terutama kelompok waria, dan kelompok dengan ukuran/bentuk
fisik yang di luar normal.

Tayangan One Piece
Global TV tayang Senin-Jumat pukul 08.00 dan 17.30 WIB dan Sabtu-Minggu
pukul 08.30 dan 17.30 WIB dinilai menampilkan kekerasan secara
ekspresif, dan seringkali disertai darah yang terlihat jelas akibat
kekerasan itu, serta menyuguhkan karakter-karakter perempuan yang
berpenampilan sensual.

“Tayangan seperti One Piece ini selayaknya tidak masuk dalam kategori film anak meskipun penyajiannya dalam bentuk kartun,” kata Nina.

Sedangkan tayangan Suami-suami Takut Istri Trans TV, Senin-Jumat pukul 18.00-19.00 WIB, banyak mengangkat tema dewasa namun menampilkan kata-kata kasar (verbal violence)
yang melecehkan orang lain serta menampilkan bentuk kekerasan dalam
rumah tangga (KDRT), dalam hal ini kekerasan istri terhadap suami.

Baru nyadar ternyata ektravaganza, ngelenong yok dan suami2 takut istri juga kena teguran. Extravaganza bahkan sudah teguran ketiga, weleh-weleh.

Kalau menurutku secara pribadi memang wajar kartun one piece kena teguran, soalnya one piece itu bukan ditujukan untuk anak-anak, banyak adegan sadis dan agak2 terbuka. Jadi ya mending baca manganya aja di internet. Jadi setuju sekali dengan “Tayangan seperti One Piece ini selayaknya tidak masuk dalam kategori film anak meskipun penyajiannya dalam bentuk kartun” one piece memang bukan tayangan untuk anak-anak.

meoncover.com

July 3rd, 2008

Pak bos kron memang kreatif, beberapa hari yang lalu *gak tau kapan tepatnya* mas kukuh kembali meluncurkan website layanan baru yang diberi nama meoncover.com. Di website ini kita bisa mengupload gambar kita untuk kemudian diproses dan hasilnya adalah poto kita menjadi cover sebuah majalah lengkap dengan headline nya.

Berikut hasil dari nyobain meoncover.com, sebenarnya ada beberapa pilihan majalah yang bisa dipilih tapi cukup ini saja yang kubuat :D

hasil dari meoncover.com

Anak Kecil Dan Buang Sampah Sembarangan

July 2nd, 2008

Pada tulisan beberapa hari yang lalu pernah kutulis tentang kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama puntung rokok. Nah hari ini ada kejadian lagi dengan tema yang sama tetapi dengan kasus yang berbeda.

Begini kronologisnya, pagi ini aku berangkat seperti biasa, yang tidak biasa adalah hari ini bawa motornya vga karena si platb mau diganti oli dulu. Oke informasi ini memang tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan tema tulisan kali ini. Sewaktu sampai di perempatan penceng, haduh nama perempatannya apa ya? pokoknya yang kalo kearah barat sampai perempatan wirobrajan dan kalau kearah timur kearah perempatan sebelah selatan malioboro itu lo, ada seorang anak kecil. Pertama melihat kupikir anak itu tukang minta-minta, tapi ternyata dugaanku salah *stres langsung nyari pohon cabe* anak itu ternyata ngasih selebaran kepada para pengguna jalan. Selenarannya kecil kok isinya tentang tawaran bagi yang ingin menambah penghasilan dengan menjual sebuah produk, tidak usah disebutkan produk apa nanti ndak jadi ngiklan.

Sebenarnya sih kegiatan tersebut biasa-biasa saja, tidak istimewa, banyak kok yang melakukan kegiatan ngiklan seperti itu. Yang menurutku agak tidak biasa adalah kok yang ngasih selebaran itu anak kecil? umurnya paling sekitar 7 tahun lah (gak sempet nanya ke anaknya :D ). Apakah pengiklan yang ngiklan itu tidak punya orang lain lagi ya? kok ya nyuruh anak kecil ngasih selebaran di sebuah perempatan paling rame di kota jogja itu. Gak mikir apa mereka bahayanya anak kecil di tengah jalan kayak gitu. Apa biar orang pada iba terus mau ikut apa yang diiklankan? kalo aku malah jadi kurang respek sama yang ngiklan itu.

Yang berikutnya ya itu tadi, namanya dikasih selebaran, setelah dibaca ya terus asal dibuang saja di tengah jalan. Untung di indonesia tidak ada aturan kalo yang buang sampah sembarangan bisa ditangkap polisi. Kalau iya kan jadi nambah kerjaan pak polisi selain ngatur lalu lintas jadi nangkapain orang-orang yang buang sampah sembarangan.

Sebenarnya apa sih beratnya memasukan selebaran tadi ke kantong terus kalau sudah sampai tempat tujuan baru dibuang di tempat sampah? heran deh mereka lebih memilih membuangnya sembarangan di jalanan.

Pasar Ikan Burikan

June 30th, 2008

Kemarin, kalo gak salah hari Minggu. Pagi-pagi dapet tugas nganter simbah kakung beli ikan. Kebetulan bukan untuk di konsumsi tetapi untuk dipelihara lagi. So belinya juga di pasar yang khusus menjual ikan baik untuk bibit atau untuk konsumsi.

Kebetulan sekali di daerah utara cebongan ada sebuah desa yang memang banyak peternak ikan, namanya desa Burikan. Arahnya ya itu tadi perempatan pasar cebongan terus ke arah utara atau dari pasar sleman terus ke arah selatan.

Di desa ini para peternak ikannya pun tidak berdiri sendiri-sendiri, maksudnya dalam menjual hasil ikannya bukan terus pada minta gendong gitu, tetapi bersatu dalam kelompok-kelompok atau unit-unit usaha atau mungkin semacam koperasi, mungkin lo, kalo mau lebih jelas ya silahkan tanyakan langsung pada yang bersangkutan.

Ini ada beberapa poto yang diabadikan menggunakan kamera vga hape motorola l7 punyaku, jangan protes kalau hasilnya jelek namanya juga yang penting bisa moto :)

lagi nangkep ikan ya pak?

simbah lagi liat-liat ikan yang mau dibeli

ini ikan di kolam

pokoknya moto

Nama kelompok tempat beli ikan itu adalah Kelompok Petani Ikan Mina Kepis, para penjualnya ramah-ramah dan tidak segan-segan membantu semua kebutuhan pembeli, dari sekedar jawab pertanyaan dari pembeli sampai membantu mengangkat ikan yang dibeli.

Masalah timbangan juga bagus kok tidak asal nimbang, mereka selalu memperlihatkan berat timbangan airnya sebelum ikan yang dibeli dimasukan kemudian diperlihatkan lagi jumlah totalnya. Misalnya saja kita beli ikan 10 kg, maka pak penjualnya akan menimbang airnya terlebih dahulu sebelum ikannya dimasukan, jika air berat airnya 5 kg maka nanti total timbangannya akan menjadi 15 kg, kira-kira begitu deh.

Selain itu beli berapapun kita akan mendapatkan pelayanan yang sama ramahnya. Mau beli 1 kg sekedar mau digoreng atau malah 50 kg semua akan dilayani dengan senyum ramah :).

So bagi yang pengen beli ikan, skala besar maupun kecil silahkan coba blanja-blanji di desa Burikan kecamatan Mlati Sleman.

Hari Yang Membuat Malas

June 28th, 2008

Entah pas atau tidak judulnya, hari pada judul itu bukan merujuk pada Harry yang keren serta baik hati dan tidak sombong itu. Hari pada judul diatas merujuk pada hari ini, ya ini adalah hari sabtu belum minggu dan bukan jumat.

Entah kenapa hari sabtu biasanya membuat males kerja padahal hari lain juga sama, entah dasarnya nyari alesan biar bisa nyante-nyante atau gimana yang jelas setiap hari sabtu ada perasaan yang berbeda dada berdebar-debar hati rasanya gimana gitu. Mungkin ini sindrom atau penyakit yang belum ditemukan. Jangankan nyari obatnya la wong penyakitnya aja belum ditemukan. Sepertinya ini termasuk penyakit mental, mental pengen santai dan dapet uang banyak.

Padahal kalau dilihat-lihat hari sabtu ya sama kayak hari lainnya, ada matahari, ada awan, ada langit ada motor ada polusi ada antri di spbu dan sebagianya dan sebagainya. Tetapi yang jelas mau mikir yang berat-berat sudah sulit dilakukan padahal hari lainnya juga sama.

Mungkin perlu diprogramkan bahwa hari sabtu adalah hari malas nasional, ajdi bagi yang mau bermalas-malasan jadi punya payung hukum.

Oya bagi yang pernah kesasar kesini, jangan kaget kalo ngeliat tampilan blog ini yang tiba-tiba jadi aneh, jadi teramat sangat sederhana, bukan dalam rangka apa-apa kok, cuma kepengen aja ngerasain punya blog yang lain daripada yang lain. Lagian blog guwe ini meski bayar hostingannya dibayarin yayang mau tak apain aja ya terserah dong :))