Coba tanyakan pada anak sekolah, hari apa sekarang? yakinlah bahwa sebagian besar kalau gak bisa dibilang semua akan menjawab dengan hari sabtu. Tidak salah memang. Kemudian tanyakan juga tanggal berapa sekarang, jawabannya pasti 10 November. Kemudian tanyakan lagi, inget gak hari apa sekarang? pasti sebagian besar lagi kalo tidak boleh disebut semua masih bengong.

Ya itulah kita, para generasi muda Indonesia, calon-calon pemimpin bangsa.

Padahal 10 November, jelas sekali terpampang di kalender sebagai [b]Hari Pahlawan[/b]. Hari yang diperingati untuk mengenang peristiwa pertempuran di kota Surabaya antara tentara republik indonesia melawan Sekutu. Pada hari itu dan hari-hari berikutnya entah berapa nyawa yang melayang. Demi menjaga harga diri dan amrtabat bangsa.

Sepertinya sekarang ini hari-hari kebangsaan Indonesia, seperti hari Sumpah Pemuda, hari Kesaktian Pancasila, jadi tidak hanya hari pahlawan mulai dilupakan. Tidak lagi ada upacara bendera untuk mengenang hari-hari tersebut. Kita seperti lupa bahwa apa yang kita rasakan sekarang ini dulu merupakan hasil perjuangan yang sangat panjang, penuh pengorbanan baik harta maupun nyawa dari para pendahulu kita.

Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai, mengingat dan mengenang jasa-jasa para pahlawannya, kemudian dilanjutkan dengan semangat untuk selalu membangun dan memajukan masyarakat. Tidak perlu melihat mereka yang selalu bertikai dan berebut kekuasaan.