Sejenak saya berpikir judul tulisan saya buat mirip dengan iklan sebuah alat yang katanya dapat mencegah virus hiv, tapi takut dikira mencari sensasi akhirnya judul itu tidak jadi, dan jadilah seperti ini. Sebenarnya tulisan ini adalah bagian kedua dari tulisan “Standar Harga Makanan di Pantura”

Pada tulisan pertama “Standar Harga Makanan di Pantura” jelas sekali tentang harga yang menurut saya mahal, dan pada kesempatan ini yang akan saya tulis adalah mengenai makanannya. Untuk tempat sebenarnya dari berbagai rumah makan yang pernah saya singgahi nyaris tidak ada masalah. Relatif bersih dan nyaman, serta yang paling penting menyediakan mushola dan toilet. Untuk pegawai pun tidak ada masalah dan rata-rata ramah-ramah.

Yang menjadi keluhan saya adalah mengenai makanan yang dijual. Bukan karena kurang lengkap, sangat lengkap malah menurut saya. Yang jadi masalah adalah cita rasa makananya. Dan lagi ini adalah menurut saya pribadi, entah kalau menurut orang lain.

Yang pertama adalah nasi, entah karena kebiasaan makan nasi yang pulen dan empuk atau bagaimana yang jelas terkadang saya dapati nasi dalam keadaan dingin dan keras. Sehingga sedikit kurang nikmat disantap, tidak selalu memang karena sering juga menjumpai nasi yang nikmat yangmembuat acara makan semakin mak nyush. Mungkin kebetulan sedang sial aja saat dapet nasi yang dingin dan keras, soalnya bus kan istirahat biasanya sudah malam sekitar jam 8-an.

Kemudian sayur, kebetulan saya kurang suka dengan sayur sehingga mending tidak komentar saja.

Berhubung saya pecinta ayam dan telur maka paragraf ini tentang 2 hal tersebut. Ayam goreng sering dalam keadaan keras, seperti habis digoreng ulang kalo gak keras ya [i]alot[/i] (apa ya bahasa indonesianya?) sedangkan untuk ayam yang disayur jarang ada masalah kecuali sayur yang sudah dingin. Untuk telur menurut saya tidak pernah ada masalah.

Untuk minuman terkadang kurang manis, kebetulan orang jawa biasanya suka dengan teh anget yang manis. Atau terkadang kurang terasa tehnya dan sebagian rumah makan hanya menyediakan minuman teh dan teh botol saja padahal saya seneng makan sambil minum es jeruk.

Ada diantara hal-hal tersebut yang membuat acara makan menjadi kurang nikmat. Tapi secara global tidak ada masalah yang berarti.

Pokoke mak nyush