Sebenarnya sudah lama saya perhatikan. Ternyata orang sekarang sekarang, baik pelajar, mahasiswa maupun yang sudah bekerja, tua maupun muda banyak yang seneng sekali menonton pelem porno, kalo dalam bahasa saya dulu waktu sma adalah nyepep dan di tangerang biasa disebut dengan bokep. Coba saja perhatikan, mulai dari vcd, dvd sampai disimpan dalam harddisk banyak sekali kolektor-kolektornya. Yang terang-terangan ada yang diam dan malu-malu juga ada.

Bingung juga kenapa bisa seperti itu? apakah mereka sudah terlalu pengennya sampai nonton yang begituan atau ada alasan lain. Kalau temen saya ada yang bilang agar rumah tangganya lebih hangat (hayooo siapa yang ngomong gitu??). Memang gak bisa pake [i]bedian[/i] ya tuk ngangetin?? Memang banyak alesan ada juga yang bilang untuk pergaulan (padahal dari ngekron aja saya dapet temen banyak sekali) untuk refreshing (apanya??) dan seribu satu alasan yang lain.

Menonton pelem biru (istilah lain lagi) serasa sudah menajdi budaya, sesuatu hal yang sudah biasa. Biasa tapi tetep pada diem-diem, aneh jadinya. Apalagi sekarang, meskipun razia dimana-mana tetep aja pelem-pelem biru bisa didapatkan dengan mudah. Gak ada yang jualan vcd/dvd tinggal cari di internet donlot kemudian bakar, beres, tinggal dotonton. Belum lagi sekarang banyak orang yang dengan pedenya merekam sendiri, niatnya untuk konsumsi sendiri (emangnya makanan) tapi ternyata kecolongan dan akhirnya tersebar kemana-mana.

Kalau orang dewasa sih sebodo amat (meskipun tetep salah), tapi bagaimana dengan anak kecil, seperti yang penah saya posting beberapa hari yang lalu? Mereka belum ngerti, belum bisa membedakan tapi entah ikut-ikutan entah memang ada yang ngajari yang jelas mereka sudah tercemar.

Padahal sudah banyak berita buruk yang disebabkan menonton pelem biru tersebut, mulai dari perkosaan, pencabulan dan lain-lain. Dari yang dilakukan orang dewasa sampai anak-anak. Astaghfirullah, anak-anak lo, masih dibawah umur kok ya tingkahnya sudah seperti itu. Kalo sampai gede gak ada yang membimbing kan bisa berabe itu.

Bahkan di warnet yang sering saya kunjungi, sering kedapatan hasil donlotan yang masih tersisa, padahal warnet disini gak pake bilik lo, tapi masih aja ada yang berani donlot yang begituan, salut salut bener-bener muka tembok tuh.

Meskipun pengetahuan tentang sex bukan hal yang tabu, tetapi bukan berarti dengan menyebarkan pelem biru ke siapa saja, bukan dengan mengajak temen nyepep/bokep atau apalah namanya. Kalau begitu sih bukan menyebarkan pengetahuan tapi menyebarkan sumber kebobrokan.

*untuk saya sendiri* Mumpung masih muda jangan nonton yang begituan ah, entar pengen lagi, mending waktunya dipake untuk hal yang lebih positif.