Ayo Ngaji
“Nanti sore jangan lupa, ngaji!!”.
“Iya”, jawab si anak terlihat malas.
Dan sorenya,
“Udah maghrib, sholat terus ngaji”.
“Aduh bu, pusing nih, kayaknya gak enak badan deh”, jawab si anak kemudian asyik di depan tivi.
Salah satu contoh anak jaman sekarang, susah kalau disuruh ngaji, lebih memilih nonton tivi daripada ngaji. Memang sih jujur saja nonton tivi lebih mengasyikan daripada ngaji membaca Al-Quran. Namanya juga anak-anak belum tahu betapa pentingnya sebagai seorang Islam harus bisa membaca Al-Quran.
Terkadang seorang anak berani berbuat seperti itu karena orang tua yang kurang tegas. Orang tua tidak bisa memberi contoh. Mendiamkan saja kalau si anak mencari-cari alasan agar tidak mengaji. Orang tua seakan tidak pedulu dengan pendidikan agama anaknya. Asal anak pinter di sekolah sudah cukup. Masalah agama itu nomor sekian, mungkin ada yang berpikiran seperti itu.
Saya memang belum punya anak, berkeluarga pun belum. Tapi dengan membayangkan melihat keadaan sekitar, itu sudah cukup. Ada orang tua yang dengan semangatnya memasukan anaknya mengikuti berbagai les, dari bahasa inggris, komputer, pelajaran tambahan dan lain-lain agar anaknya tersebut menjadi orang pintar kelak. Tetapi mereka sering lupa bahwa selin ilmu-ilmu tersebut seorang anak juga perlu mendapat ilmu rohani. Jika orang tua bisa mengajari sendiri sih tidak ada masalah tetapi biasanya, sekali lagi biasanya jadi tidak semua orang tua, mereka cuek. Mau anaknya bisa mengaji atau tidak no problem, yang penting pinter.
Akhirnya jadilah anak-anak yang pinter secara ilmiah tetapi bodoh secara agama. Bisa cas cis cus bahasa inggris tetapi hanya melongo saat disuruh membaca Al-Quran. Padahal orang tuanya dari nenek moyangnya dulu selalu mengaku beragama Islam. Sepertinya ilmu dunia dianggap lebih penting dari ilmu akhirat. Padahal keduanya haruslah seimbang, harus sesuai dengan takaran masing-masing.

Betul itu, Mas Harry. Harusnya seorang anak juga dibimbing untuk cerdas spiritual. Nanti kalau dah punya anak tinggal diterapkan
jadi inget buat baca iqro’
yap betul, pada intinya adalah keseimbangan
setubuuuuhhhh!!!!
tapi, ntar ada saatnya si anak mencar-cari agama kokz…
Yah, bukan milik anak zaman sekarang aja kalii, saya yang produk zaman dulu juga kayak gitu…:p
dan lebih parah lagi,
disuruh ngaji malah sibuk nge bLog