Jualan Tanaman dan Penghijauan
Kemarin, waktu pergi sama sepupu lewat di jalan Benteng Betawi (jalan baru yang menuju ke terminal poris) sempet ngobrol kayak gini nih.
“Eh itu kalau digusur gimana ya? kok pada jualan di pinggir rel gitu sih? ” ini pertanyaan dariku kepada seppuku.
“Ya gak lah, gak bakal digusur, lawong itu didukung sama pemerintah kok, kan menambah penghijauan” jawabnya.
Aku senyum aja denger jawabannya, kebetulan yang kami obrolin adalah tentang para penjual tanaman hias yang marak di pinggir jalan baru tersebut yang juga bersebelahan dengan rel sepur. Bahkan bukan cuma tukang jualan tanaman yang marak, ada juga orang jualan kambing, bener kambing tapi kok gak ada yang jualan kebo ya.
Meskipun berjualan tanaman tapi kok kayaknya aneh juga saat sepupuku menyebutku penghijauan, la yang kulihat yang dijual tu tanaman hias, semacam kemboja, melati dan lain-lain. Apa pantes ya kalau disebut penghijauan? la wong tanamannya kecil-kecil gitu.
Jadi inget sama yang terjadi di perempatan veteran, kalau yang suka nongkrong malem pasti tahu
yang ditengah-tengahnya dibikin semacam bunderan dan diisi sama tanaman-tanaman. Lumayan sih maksudnya, mungkin biar ada pemandangan gitu kali ya? biar seger dimata. Semacam pertanda awal kalau pemerintah tangerang juga peduli dengan keindahan.

itu penghijauan kecil2an
tapi kalo jualannya di pinggir rel bahaya tuh
bisa kesenggol kereta
pengembangan/pembungaan…bukan penghijauan
betul juga, penghijauan kecil dan menambah keindahan dengan adanya tanaman hias
lumayan pemerintah dah menghargai penghijauan
btw dekat pinggir rel itu lumayan juga ya idenya
kan biasanya penghijauan ada di pinggir jalan