Semua pasti setuju jika saya menyebut bahwa lalu lintas di tangerang semrawut, tidak beraturan, kacau dan lain sebagainya. Coba saja lihat keadaan di daerah cimone sampai pintu tol bitung, perempatan deket rumah sakit umum (samping lapangan Ahmad Yani), jalan depan plaza tangerang atau perempatan kantor di perum, semuanya sering macet dan semrawut. Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang bisa dijadikan contoh betapa kacaunya lalu lintas di kota tangerang.

Para pengendara, baik mobil maupun motor sering seenaknya, apalagi angkot dan bus besar, benar-benar menambah keruwetan.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah denger, entah benar atau tidak, katanya akan dibuat jalur busway meneruskan jalur yang sudah ada di kalideres, denger-denger sih jalurnya mau menuju ke serpong (maaf tidak ada link karena saya denger dari seorang sahabat). Kalau itu benar terjadi, sepertinya penambah keruwetan lalu lintas akanbertambah satu. Coba saja lihat jalan Daan Mogot, dalam kondisi normal saja sudah acak-acakan (daerah kebon besar, kalideres sering macet) apalagi jika jalur tengahnya mau dibuat busway.

Atau mungkin jalan baru, begitu kami menyebutnya, dari sebelah pasar Tanah Tinggi yang sekarang terhenti di pertigaan di deket poris indah (arah kiri ke ampera kanan ke cipondoh) akan dilanjutkan lagi?? denger-denger sih jalur jalan baru itu akan sampai ke jakarta sehingga nantinya bus-bus dari jakarta tidak usah melewati jalan Daan Mogot tapi bisa lewat jalan baru itu untuk sampai di terminal Poris Plawad. Tapi sepertinya itu pun masih sangat lama akan terealisasi.

Dan beberapa hari yang lalu, di kronologger, vetamandra, kroner teraktif asal Yogya, ngekron-in pengalaman pertamanya naik buswae, ini adalah model transportasi baru yang baru saja diluncurkan di Yogyakarta. Sepertinya pemerintah Yogya terinspirasi dengan adanya bus transjakarta di ibu kota negara kita tercinta ini. Cerita-cerita tentang buswae ini bisa dibaca di transjogja.net.

Jadi kepikiran kapan ya Tangerang bisa seperti itu, setahu saya tidak ada gembar-gembor apa-apa tidak seperti pembangunan koridor transjakarta yang banyak masalah dari demo sampai dituding menambah kemacetan, Yogyakarta tiba-tiba sudah memunculkan angkutan transportasi baru yang diklaim lebih nyaman dan murah. Tapi mungkin penerapan alat transportasi seperti itu masih sulit dilakukan di Tangerang, coba saja lihat jalan-jalan utama di kota Tangerang, rata-rata masih sempit. Tengok saja jalan merdeka, jalan kisamaun, jalan cipondoh-ciledug (namanya jalan apa ya :)), meskipun beberapa sudah satu arah tapi tetap saja semrawut dan macet. Apalagi kalau ditambah alat transportasi baru.

Mungkin baru bisa menjadi sebuah impian saja, bisa naik bus semacam transjakarta dan buswae di kota tangerang.