Jogja dan Kulit Hitam
Salah kaprah, kulitku tidak hitam tapi orang-orang biasa menyebut hitam. Padahal orang negro afrika aja sepertinya tidak ada yang bener-bener hitam. Paling-paling hanya coklat tua. Apalagi diriku yang orang jawa asli, gak mungkin hitam, tiiiiidaaaaaaaaaaaaak, paling mentok ya coklat. Tapi ya manut aja mau disebut hitam ya gak apa-apa, disyukuri aja yang penting hatinya gak hitam :)) .
Ada satu hal yang selalu dan sudah lama kujadikan semacam riset yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan kepada siapa-siapa. Jika tinggal di tangerang biasanya kulitku akan berwarna coklat agak terang, agak lo jadi masih tetep gelap. Entah pengaruh apa, cuaca, udara atau mungkin ac (padahal gak punya ac dirumah). Tetapi saat berada di jogja, gak usah lama-lama, seminggu saja maka kulitku akan langsung berwarna coklat tua nan gelap bagai mendung yang hampir menumpahkan badai *halah*. Mungkin karena kebanyakan pergi keluar, jalan-jalan dan muter-muter gak karuan.
Kayaknya itu pengaruh tinggal di kaki gunung, sehingga menyebabkan intensitas cahaya yang mengenai kulit lebih kuat daripada sehingga saat tinggal di tangerang. Selain itu ditambah kebiasaan tidak pernah memakai sarung tangan juga membuat bagian tangan menjadi belang yang tidak seperti macan.
Tapi gak ada masalah, karena memang dasar warna kulitku sudah dari dulu ya seperti ini jadi tidak perlu dipermasalahkan.

mungkin karena di dataran yg lebih tinggi
jadi lebih dekat ke matahari
pembelaan terhadap diri sendiri..kwekekek..hidup putih!! hidup kue lapis!!
saya asli jogja, dan kulit saya putih. yeeeeeeee
apartheid kan sudah dihapuskan….tahun 1990.
hidup diri saya sendiri
saya bertahun2 tinggal di jogja tapi tetep putih, yeeeesss… :-p
Hatinya hitam gpp, asal bersih
it doesn’t matter my friends. Coz you’re cool & handsome!!
that’s doesn’t matter my friend. Coz you’re cool & handsome!!
Yang penting pikirannya… he he he… kalo kulitnya gelap ya sudah nasib
Asal jangan ikutan gerombolan AMPI aja… (Anak Muda Paling Item).