Naik Motornya Ngawur
Sudah seminggu ini setiap hari, rutin, naik motor masuk kota jogja. Ternyata kalo ramenya udah gak kalah sama tangerang. Apalagi yang namanya motor, wah dimana-mana ada motor.
Jeleknya terkadang dan beberapa kali kejadian, banyak yang naik motornya ngawur. Ngawur disini bukan hanya berarti ngebut atau ugal-ugalan. Terapi dari caranya mengendarai sepeda motor.
Contohnya kemarin, ada ibu-ibu. Naik motornya sih pelan dan hati-hati, gak nyampe kecepatan 60 km perjam. Kebetulan aku juga pelan-pelan dan ada dibelakang ibu itu. Eh tiba-tiba si ibu dengan santainya ngidupin lampu zein kanan dan dengan tanpa menoleh kebelakang dan dia make spion kecil sehingga bagian belakang tidak terlihat, langsung nyelonong ke kanan. Padahal jelas-jelas kondisi jalan ramai dan banyak motor yang ada dibelakangnya.Terang saja pengendara-pengendara dibelang ibu itu, termasuk aku, jadi kaget bahkan ada yang sempet emosi dan teriak memaki si ibu. Waduh untung tidak terjadi kecelakaan. Dan si ibu dengan santai ya terus aja belok ke kanan tidak mengindahkan para pengendara yang emosi di belakangnya.
Lain lagi kejadian tadi pagi. Ini terjadi di perempatan lampu merah Tamansari. Kebetulan aku dari arah utara dan lampu sedang merah. Sehingga semua pengendara dari utara menghentikan kendaraanya. Tiba-tiba dari arah utara juga ada pengendara yang dengan cueknya, tanpa zein, boncengan yang belakang gak pake helm, langsung nyelonong belok kekanan. Padahal lampu merah yang dari arah selatan sudah hijau. Kontan para pengendara dari arah selatan terlihat emosi.
Wah padahal setahuku orang jogja tuh kan ramah-ramah kok naik motornya pada kayak gitu ya?

la nek aku malah nganti tabrakan, motor baru 3 bulan, cicilan belum lunas :D. kacaw
makane numpak motor ati2 kang
sugeng rawuh ing jogja. Ini nyata hanya ada di jogja *halah*