Anak Kecil Dan Buang Sampah Sembarangan
Pada tulisan beberapa hari yang lalu pernah kutulis tentang kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama puntung rokok. Nah hari ini ada kejadian lagi dengan tema yang sama tetapi dengan kasus yang berbeda.
Begini kronologisnya, pagi ini aku berangkat seperti biasa, yang tidak biasa adalah hari ini bawa motornya vga karena si platb mau diganti oli dulu. Oke informasi ini memang tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan tema tulisan kali ini. Sewaktu sampai di perempatan penceng, haduh nama perempatannya apa ya? pokoknya yang kalo kearah barat sampai perempatan wirobrajan dan kalau kearah timur kearah perempatan sebelah selatan malioboro itu lo, ada seorang anak kecil. Pertama melihat kupikir anak itu tukang minta-minta, tapi ternyata dugaanku salah *stres langsung nyari pohon cabe* anak itu ternyata ngasih selebaran kepada para pengguna jalan. Selenarannya kecil kok isinya tentang tawaran bagi yang ingin menambah penghasilan dengan menjual sebuah produk, tidak usah disebutkan produk apa nanti ndak jadi ngiklan.
Sebenarnya sih kegiatan tersebut biasa-biasa saja, tidak istimewa, banyak kok yang melakukan kegiatan ngiklan seperti itu. Yang menurutku agak tidak biasa adalah kok yang ngasih selebaran itu anak kecil? umurnya paling sekitar 7 tahun lah (gak sempet nanya ke anaknya
). Apakah pengiklan yang ngiklan itu tidak punya orang lain lagi ya? kok ya nyuruh anak kecil ngasih selebaran di sebuah perempatan paling rame di kota jogja itu. Gak mikir apa mereka bahayanya anak kecil di tengah jalan kayak gitu. Apa biar orang pada iba terus mau ikut apa yang diiklankan? kalo aku malah jadi kurang respek sama yang ngiklan itu.
Yang berikutnya ya itu tadi, namanya dikasih selebaran, setelah dibaca ya terus asal dibuang saja di tengah jalan. Untung di indonesia tidak ada aturan kalo yang buang sampah sembarangan bisa ditangkap polisi. Kalau iya kan jadi nambah kerjaan pak polisi selain ngatur lalu lintas jadi nangkapain orang-orang yang buang sampah sembarangan.
Sebenarnya apa sih beratnya memasukan selebaran tadi ke kantong terus kalau sudah sampai tempat tujuan baru dibuang di tempat sampah? heran deh mereka lebih memilih membuangnya sembarangan di jalanan.

tapi kalo sayah jadi anak kecilnya, pasti mau ituh nerima tawaran berbuah duit kayak gitu..
*lagi jadi pengagguran*
@tikabanget, wah tadi aku lupa nanya ke anak kecilnya dibayar apa enggak
anak kecil itu mesti dibayar, atau diiming2 “nanti kalau produknya laku, kamu dapet sekian lho.. ”
btw saya paling “gething” lho kalau ada yang buang sampa asal berrr aja di jalan, lebih2 yang buang bawa mobil, serasa ingin mbakar itu mobil..
intinya selak kepingin punya anak :p