Setelah kemarin menulis tentang “kematian” sms dan telp dari operator sinya kuat dengan produk emtri setiap malam, maka sekarang saya ingin sedikit berpendapat tentang iklan emtri yang ada di tivi-tivi. Itu lo iklan yang menampilkan keluarga pak budiman dan si cumi.

Iklannya sih bagus, menurutku, cuma kok sepertinya sedikit menyesatkan. Dalam iklan tersebut jelas-jelas terpampang nelpon Rp. 0,1/detik dan sms Rp. 0,1/sms seharian. Meskipun semua syarat dan ketentuan sudah dijelaskan di website nya sinyal kuat. Tetapi bagi yang awam pasti menganggap bahwa semua itu tarif berlaku selama seharian, sesuai yang tertera pada iklan.

Untuk masalah telepon memang ada tarif Rp. 0,1/detik tetapi dengan syarat setelah detik ke sekian. Itu pun berbeda-beda setiap beberapa jam sekali. Jadi inget iklan operator cdma yang membawa profesor untuk menghitung tarif :))

Untuk sms pun sama saja, memang ada tarif Rp 0,1/sms. Ilustrasinya begini : Antara jam 24 tengah malam sampai jam 12 siang kalau sudah mengirim 10 sms dapet diskon untuk 10 sms berikutnya harganya jadi Rp. 0.1 / per sms. Kemudian antara jam 12 siang sampai 24 malam kalau sudah mengirim 10 sms dapet diskon untuk 10 sms berikutnya harganya jadi Rp. 0.1 / per sms kalau sudah jam 12 siang harus ngirim 10 sms lagi baru bisa dapat tarif
Rp. 0.1/sms meskipun pagi2 sudah sms 8 kali, jadi setiap jam 12 siang
dan jam 24 malam jumlah sms untuk perhitungan 10 sms yang akan dapat diskon
tarif di reset ke nol lagi. Saya sendiri bingung dengan ilustrasi buatan saya ini. :p

Jadi apakah kata-kata ini “Pulsa IM3 Rp. 5433.55, Pulsa SMS Rp.0. Aktif s.d 22/12/08. Paket SMS 0 s.d -.Bonus SMS 0. Nikmati SMS Rp0,1 & Nelpon Rp0,1/dtk Seharian.” yang selalu muncul saat mengecek pulsa adalah suatu kebohongan? Entahlah karena yang jelas selalu ada bintang kecil (*) dalam iklan tarif. Kemudian keterangan dalam bintang kecil tersebut ditulis kecil-kecil juga, biar orang malas membaca kali ya?

nb
sinyal kuat : indosat
emtri : im3