just I or ME

setitik harapan nun jauh disana

Archive for the ‘Curhat’


Gara-Gara Kutip Satu

Lagi-lagi dapat masalah yang sebenarnya sepele, hanya karena kurang teliti dan terlalu ceroboh saja.

Bikin script yang melakukan query ke tabel mysql dengan data dari tabel lain. Jadi melakukan select ke tabel pertama kemudian melakukan looping hasil select untuk kemudian melakukan select ke tabel kedua berdasarkan data nama dari tabel pertama.

Ternyata, tidak disangka tidak diduga ada nama yang mengandung kutip satu (misalnya saja Sa’bani), dan sudah jelas dan pasti ditolak sama mysqlnya. Kalau gak percaya bikin aja query seperti ini SELECT * FROM user WHERE nama=’Sa’bani’ yakin ditolak mentah-mentah sama mysql. Berhubung script dibuat menggunakan php dan lupa tidak menambahkan or die() dibelakang query, dan kebetulan hasilnya langsung di forward ke pdf menggunakan fpdf yang muncul cuma error dari fpdfnya. Setelah menambahkan or die() dibelakang fungsi mysql_query() baru nongol errornya.

Kemudian di variabel untuk select yang kedua ditambahkan fungsi mysql_real_escape_string($nama) dan berjalanlah script seperti yang diinginkan.

Hari Yang Membuat Malas

Entah pas atau tidak judulnya, hari pada judul itu bukan merujuk pada Harry yang keren serta baik hati dan tidak sombong itu. Hari pada judul diatas merujuk pada hari ini, ya ini adalah hari sabtu belum minggu dan bukan jumat.

Entah kenapa hari sabtu biasanya membuat males kerja padahal hari lain juga sama, entah dasarnya nyari alesan biar bisa nyante-nyante atau gimana yang jelas setiap hari sabtu ada perasaan yang berbeda dada berdebar-debar hati rasanya gimana gitu. Mungkin ini sindrom atau penyakit yang belum ditemukan. Jangankan nyari obatnya la wong penyakitnya aja belum ditemukan. Sepertinya ini termasuk penyakit mental, mental pengen santai dan dapet uang banyak.

Padahal kalau dilihat-lihat hari sabtu ya sama kayak hari lainnya, ada matahari, ada awan, ada langit ada motor ada polusi ada antri di spbu dan sebagianya dan sebagainya. Tetapi yang jelas mau mikir yang berat-berat sudah sulit dilakukan padahal hari lainnya juga sama.

Mungkin perlu diprogramkan bahwa hari sabtu adalah hari malas nasional, ajdi bagi yang mau bermalas-malasan jadi punya payung hukum.

Oya bagi yang pernah kesasar kesini, jangan kaget kalo ngeliat tampilan blog ini yang tiba-tiba jadi aneh, jadi teramat sangat sederhana, bukan dalam rangka apa-apa kok, cuma kepengen aja ngerasain punya blog yang lain daripada yang lain. Lagian blog guwe ini meski bayar hostingannya dibayarin yayang mau tak apain aja ya terserah dong :))

Terenyuh Sekali Rasanya

Seringkali saat melihat orang lain yang menurutku sedikit tidak beruntung dibandingkan diriku, perasaan ini jadi terenyuh. Namanya juga manusia jadi ya gak ada salahnya toh untuk terenyuh. Misalnya saja jika melihat orang yang sudah tua, yang seharusnya ada dirumah untuk menikmati hari tuanya, ternyata masih harus bekerja keras. Meskipun bisa jadi itu adalah kemauannya sendiri bukan karena tuntutan kebutuhan.

Contohnya hari ini, setelah makan siang aku melihat seorang kakek, kusebut kakek karena jika kulihat-lihat umurnya lebih tua daripada kakekku, penjual kerupuk keliling yang membawa 2 buah kaleng kerupuk yang besar sekali dengan dipanggul depan belakang menggunakan bambu. Rasanya kasihan sekali melihatnya. Dengan umur yang sudah tua dan barang bawaan seperti itu beliau tetap berjalan kaki, meskipun hanya pelan-pelan, dengan cuaca yang panas untuk menjual kerupuk pada mereka yang ingin membeli.

Kalau dipikir-pikir berapa sih penghasilan sebagai penjual kerupuk keliling seperti itu? dan lagi yang namanya berjualan itu kan penghasilannya tidak bisa tetap berapa rupiah setiap harinya. Jika sedang banyak pembeli maka penghasilannya ya lumayan, jika sedang sepi maka penghasilannya akan ikut sepi. Tapi ya wallahualam, Allah itu Maha Besar, Maha Kaya, Maha Adil dan maha segala-galany dan tidak mungkin akan memberi cobaan pada makhluknya melebihi kemampuan dari makhluk tersebut.

Kalau dipikir-pikir lagi memang begitulah jalan hidup kakek itu, dengan begitu insya Allah dia sudah beribadah dengan membiayai kehidupan keluarganya dengan cara berjualan kerupuk keliling. Beribadah kan bukan hanya dengan sholat, dzikir dan ibadah-ibadah ritual lainya. Bekerja mencari rejeki juga merupakan ibadah.

Betapa dzalimnya diriku jika dengan kondisi sekarang masih merasa kekurangan, masih merasa tidak cukup dan masih berpikiran buruk dengan apa yang kudapatkan selama ini. Apa yang kudapatkan insya Allah sudah Allah cukupkan untuk diriku. Tinggal bagaimana mengatur dan menggunakannya saja, tidak perlu risau akan merasa kurang karena Allah pasti akan selalu mencukupkan semuanya untuk kita.

Malu Aku Malu

Gara-gara blogwalking ke tempat temen sma, jadi inget jaman sma dulu. Jaman-jaman belum begitu ganteng dan belum begitu keren *gak seperti sekarang*. Jaman masih suka hura-hura *sampai sekarang juga masih*.

Jadi inget dulu tuh, bener-bener loos, gak punya beban apa-apa *dalam hal sekolah lo*. Dapet nilai 5 aja bangga, soalnya biasa dapet 3 :D. Gak masuk alias mbolos sudah biasa, main ps sepulang sekolah? kerjaan sehari-hari. Gak belajar? itu sudah pasti. Internetan, dari yang bener sampe yang gak bener? udah gak kaget.

Sekarang baru kerasa, malu rasanya kalo liat sttb atau raport. Nilainya memalukan dan sangat parah. Dulu benar-benar tidak pernah punya pikiran bahwa gaya sekolahku itu benar-benar tidak patut dicontoh dan ditiru, harus ditinggalkan jauh-jauh. Benar-benar sudah membuang biaya besar, tapi ternyata nol besar.

Memang sih sekolah itu bukan hanya tempat nyari ilmu, tapi ya tetep saja kalau meskipun pinter kalao nilainya jelek *eh emang ada ya?* ya gak bisa dipake apa-apa. Masak mau nglamar calon istri kerja pake nilai yang didominasi angka 2 dan 3, sungguh memalukan dan tidak bisa dimaafkan *halah*.

Tapi ya syukur alhamdulillah masih bisa lulus dan melanjutkan hidup seperti orang lain yang nilainya bagus-bagus.

Jogja dan Kulit Hitam

Salah kaprah, kulitku tidak hitam tapi orang-orang biasa menyebut hitam. Padahal orang negro afrika aja sepertinya tidak ada yang bener-bener hitam. Paling-paling hanya coklat tua. Apalagi diriku yang orang jawa asli, gak mungkin hitam, tiiiiidaaaaaaaaaaaaak, paling mentok ya coklat. Tapi ya manut aja mau disebut hitam ya gak apa-apa, disyukuri aja yang penting hatinya gak hitam :)) .

Ada satu hal yang selalu dan sudah lama kujadikan semacam riset yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan kepada siapa-siapa. Jika tinggal di tangerang biasanya kulitku akan berwarna coklat agak terang, agak lo jadi masih tetep gelap.  Entah pengaruh apa, cuaca, udara atau mungkin ac (padahal gak punya ac dirumah). Tetapi saat berada di jogja, gak usah lama-lama, seminggu saja maka kulitku akan langsung berwarna coklat tua nan gelap bagai mendung yang hampir menumpahkan badai *halah*. Mungkin karena kebanyakan pergi keluar, jalan-jalan dan muter-muter gak karuan.

Kayaknya itu pengaruh tinggal di kaki gunung, sehingga menyebabkan intensitas cahaya yang mengenai kulit lebih kuat daripada sehingga saat tinggal di tangerang.  Selain itu ditambah kebiasaan tidak pernah memakai sarung tangan juga membuat bagian tangan menjadi belang yang tidak seperti macan.

Tapi gak ada masalah, karena memang dasar warna kulitku sudah dari dulu ya seperti ini jadi tidak perlu dipermasalahkan.