Memimpikan Transtangerang
Semua pasti setuju jika saya menyebut bahwa lalu lintas di tangerang semrawut, tidak beraturan, kacau dan lain sebagainya. Coba saja lihat keadaan di daerah cimone sampai pintu tol bitung, perempatan deket rumah sakit umum (samping lapangan Ahmad Yani), jalan depan plaza tangerang atau perempatan kantor di perum, semuanya sering macet dan semrawut. Sebenarnya masih banyak lagi tempat yang bisa dijadikan contoh betapa kacaunya lalu lintas di kota tangerang.
Para pengendara, baik mobil maupun motor sering seenaknya, apalagi angkot dan bus besar, benar-benar menambah keruwetan.
Beberapa waktu yang lalu saya pernah denger, entah benar atau tidak, katanya akan dibuat jalur busway meneruskan jalur yang sudah ada di kalideres, denger-denger sih jalurnya mau menuju ke serpong (maaf tidak ada link karena saya denger dari seorang sahabat). Kalau itu benar terjadi, sepertinya penambah keruwetan lalu lintas akanbertambah satu. Coba saja lihat jalan Daan Mogot, dalam kondisi normal saja sudah acak-acakan (daerah kebon besar, kalideres sering macet) apalagi jika jalur tengahnya mau dibuat busway.
