just I or ME

setitik harapan nun jauh disana


Terenyuh Sekali Rasanya

Seringkali saat melihat orang lain yang menurutku sedikit tidak beruntung dibandingkan diriku, perasaan ini jadi terenyuh. Namanya juga manusia jadi ya gak ada salahnya toh untuk terenyuh. Misalnya saja jika melihat orang yang sudah tua, yang seharusnya ada dirumah untuk menikmati hari tuanya, ternyata masih harus bekerja keras. Meskipun bisa jadi itu adalah kemauannya sendiri bukan karena tuntutan kebutuhan.

Contohnya hari ini, setelah makan siang aku melihat seorang kakek, kusebut kakek karena jika kulihat-lihat umurnya lebih tua daripada kakekku, penjual kerupuk keliling yang membawa 2 buah kaleng kerupuk yang besar sekali dengan dipanggul depan belakang menggunakan bambu. Rasanya kasihan sekali melihatnya. Dengan umur yang sudah tua dan barang bawaan seperti itu beliau tetap berjalan kaki, meskipun hanya pelan-pelan, dengan cuaca yang panas untuk menjual kerupuk pada mereka yang ingin membeli.

Kalau dipikir-pikir berapa sih penghasilan sebagai penjual kerupuk keliling seperti itu? dan lagi yang namanya berjualan itu kan penghasilannya tidak bisa tetap berapa rupiah setiap harinya. Jika sedang banyak pembeli maka penghasilannya ya lumayan, jika sedang sepi maka penghasilannya akan ikut sepi. Tapi ya wallahualam, Allah itu Maha Besar, Maha Kaya, Maha Adil dan maha segala-galany dan tidak mungkin akan memberi cobaan pada makhluknya melebihi kemampuan dari makhluk tersebut.

Kalau dipikir-pikir lagi memang begitulah jalan hidup kakek itu, dengan begitu insya Allah dia sudah beribadah dengan membiayai kehidupan keluarganya dengan cara berjualan kerupuk keliling. Beribadah kan bukan hanya dengan sholat, dzikir dan ibadah-ibadah ritual lainya. Bekerja mencari rejeki juga merupakan ibadah.

Betapa dzalimnya diriku jika dengan kondisi sekarang masih merasa kekurangan, masih merasa tidak cukup dan masih berpikiran buruk dengan apa yang kudapatkan selama ini. Apa yang kudapatkan insya Allah sudah Allah cukupkan untuk diriku. Tinggal bagaimana mengatur dan menggunakannya saja, tidak perlu risau akan merasa kurang karena Allah pasti akan selalu mencukupkan semuanya untuk kita.

Jogja dan Kulit Hitam

Salah kaprah, kulitku tidak hitam tapi orang-orang biasa menyebut hitam. Padahal orang negro afrika aja sepertinya tidak ada yang bener-bener hitam. Paling-paling hanya coklat tua. Apalagi diriku yang orang jawa asli, gak mungkin hitam, tiiiiidaaaaaaaaaaaaak, paling mentok ya coklat. Tapi ya manut aja mau disebut hitam ya gak apa-apa, disyukuri aja yang penting hatinya gak hitam :)) .

Ada satu hal yang selalu dan sudah lama kujadikan semacam riset yang hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan kepada siapa-siapa. Jika tinggal di tangerang biasanya kulitku akan berwarna coklat agak terang, agak lo jadi masih tetep gelap.  Entah pengaruh apa, cuaca, udara atau mungkin ac (padahal gak punya ac dirumah). Tetapi saat berada di jogja, gak usah lama-lama, seminggu saja maka kulitku akan langsung berwarna coklat tua nan gelap bagai mendung yang hampir menumpahkan badai *halah*. Mungkin karena kebanyakan pergi keluar, jalan-jalan dan muter-muter gak karuan.

Kayaknya itu pengaruh tinggal di kaki gunung, sehingga menyebabkan intensitas cahaya yang mengenai kulit lebih kuat daripada sehingga saat tinggal di tangerang.  Selain itu ditambah kebiasaan tidak pernah memakai sarung tangan juga membuat bagian tangan menjadi belang yang tidak seperti macan.

Tapi gak ada masalah, karena memang dasar warna kulitku sudah dari dulu ya seperti ini jadi tidak perlu dipermasalahkan.

Kekuatan Doa

Ini tidak mengada-ada dan merupakan kejadian nyata.

Kemarin, pagi-pagi aku panik. Komputerku tiba-tiba ngadat. Tidak mau booting dengan pesan error tidak bisa membaca boot sector harddisk. Cek ke BIOS semua normal harddisk ke detek seperti biasa dan tidak ada masalah. Kemudian coba ku resart dan hasilnya sama saja.

Nyoba pake linux keluar pesan error. Errornya panjang banget, intinya partisi /dev/sda5 yang seharusnya buat linux tidak bisa dibaca, wah tambah panik nih. Kemudian dicoba menggunakan live cd slax, setelah booting selesai dan masuk desktop cek pake fdisk, blank harddisk gak ke detek sama sekali. Wah tambah panik lagi. Kemudian casing kubuka, harddisk kukeluarkan, siapa tahu kotor :P. Tapi bingung juga mau diapain gak ngerti dan akhirnya cuma kupasang lagi.
(more…)

Pengangguran Banyak Acara

Lagi di warnet tiba-tiba denger lagunya Iwan Fals yang sarjana muda, jadi terharu, karena ternyata bener sekali. Diriku sekarang menjadi seperti isi dari lagu itu. Lulus kuliah tapi masih resah mencari kerja.

Kuliah 5 tahun serasa tidak berarti lagi. Tapi ya gak pantes kalau dibilang gak berarti, karena dalam kurun waktu kuliah tahun itu banyak sekali ilmu yang didapat, banyak hal-hal yang baru yang didapat. Yang mungkin tidak akan kuperoleh kalau tidak kuliah. Udah gitu karena rencananya mau pindah ke jogja, jadi ya karena sekarang masih nunggu ijazah (dah sekitar 3 bulan lebih) keluar, maka bener-bener jadi seorang pengacara alias pengangguran banyak acara. (more…)