just I or ME

setitik harapan nun jauh disana


Kelupaan Tukang Koder

Judulnya aneh, soalnya bingung mau dikasih judul apa. Isinya serius? gak juga, lucu? gak juga. Ya udah dikasih judul kayak gitu aja :D

Seperti biasa saat membuat website berbasis php + mysql maka dikerjakan dulu di komputer lokal baru kemudian di upload ke server beneran di internet. Karena pertama dikerjakan di lokal maka semua setingan untuk koneksi ke mysql juga setting lokal.

$host = “localhost”;
$user = “root”
$pass = “123456″;
$db = “dbnya”;

Saat akan di upload otomatis settingan config tersebut mau tidak mau dan harus mau dirubah menjadi

$host = “1.1.1.1″;
$user = “keren”
$pass = “passwordkeren”;
$db = “dbnya”;

Kemudian di upload lah semua script website tersebut ke tempat yang seharusnya. Sampai disini tidak ada masalah dan memang tidak ada masalah yang terjadi.

Konyolnya setelah di upload sayah lupa merubah settingan konfigurasi database di komputer lokal. Sehingga web di lokal terkoneksi ke database server di internet. Sebenarnya gak masalah sih, karena web di lokal pun tetep berjalan dengan apa adanya tanpa protes sama sekali. Tetapi saat itu karena ingin melakukan testing lagi untuk yang di lokal otomatis saya masuk ke command prompt mysql dan melakukan pembersihan besar-besaran pada tabel-tabel di database. Kemudian saya akses lagi web yang di lokal, loh kok datanya masih ada? padahal tadi sudah di bersihkan. Masuk lagi ke command prompt mysql, bersihkan lagi, cek lagi di web lokal. Kok masih ada juga?

Nyampe kapanpun ya masih tampil datanya di web lokal la wong koneksinya ke database server di internet bukan ke database server lokal. Ya beginilah nasib orang lupa.

Website Dengan Dua Database

Dulu saya pikir kalau membuat website itu hanya bisa menggunakan satu database saja, jadi ya semua data disimpan di database tersebut. Tapi ternyata saya salah. Sah-sah saja membuat website dengan mengambil data dari beberapa (2) database.

Meskipun untuk maintenance database nya kayaknya akan lebih mudah jika satu database saja karena tidak perlu repot-repot login di dua tempat, tetapi terkadang situasi dan kondisi lah yang membuat kita harus membuat kesepakatan data dengan dua database.

Intinya sebenarnya gampang saja kok, tidak perlu repot-repot dan pusing-pusing. Cukup buat koneksi untuk database pertama, lakukan query kemudian tutup koneksinya. Kemudian buat koneksi untuk database kedua, lakukan query dan tutup koneksinya. Hanya begitu saja, tidak perlu trik-trik yang rumit dan aneh-aneh.

$host1 = “1.1.1.1″;
$user1 = “keren”;
$password1 = “orangkeren”;
$db1 = “db1″;

$host2 = “2.2.2.2″;
$user2 = “ganteng”;
$password2 = “orangganteng”;
$db2 = “db1″;

untuk koneksi pertama :

$koneksi = @mysql_connect($host1,$user1,$password1);
if($koneksi) {
mysql_select_db($db1);
} else {
die(”Tidak dapat melakukan koneksi ke database pertama”);
}
// lakukan query
// tutup koneksi
mysql_close($koneksi);

Untuk koneksi kedua :

$koneksi = @mysql_connect($host2,$user,$password2);
if($koneksi) {
mysql_select_db($db2);
} else {
die(”Tidak dapat melakukan koneksi ke database pertama”);
}
// lakukan query
// tutup koneksi
mysql_close($koneksi);

Itu contoh dengan php dan mysql. Jadi gak ada salahnya kok menggunakan dua database dalam satu halaman skrip website, apalagi jika kondisinya memang mengharuskan seperti itu. Daripada otak-atik sistem database yang sudah berjalan baik kan lebih baik skripnya asja yang disesuaikan.

meoncover.com

Pak bos kron memang kreatif, beberapa hari yang lalu *gak tau kapan tepatnya* mas kukuh kembali meluncurkan website layanan baru yang diberi nama meoncover.com. Di website ini kita bisa mengupload gambar kita untuk kemudian diproses dan hasilnya adalah poto kita menjadi cover sebuah majalah lengkap dengan headline nya.

Berikut hasil dari nyobain meoncover.com, sebenarnya ada beberapa pilihan majalah yang bisa dipilih tapi cukup ini saja yang kubuat :D

hasil dari meoncover.com